Deli Serdang | Redaksibintang.id
Pelaksanaan 10 program pokok PKK kategori lingkungan bersih dan sehat atau (LBS) tingkat Provinsi Sumatera Utara tahun 2026 , Desa Pagar Merbau III mempunyai 10 Inovasi saat menyampaikan laporan kepada Tim Penilaian Propinsi Sumut, “ucap Nyonya Mariani Budi Cayadi Ketua Tim Penggerak PKK Desa Pagar III dalam kegiatan penilaian LBS tingkat Provinsi Sumatra Utara di aula Sekretariatan Desa Pagar Merbau III, 21 September 2026, 10 Inovasi tersebut adalah ;
Pertama Budidaya Maggot, Maggot merupakan larva jenis lalat Black Soldier Fly (BSF) sehingga sering disebut maggot BSF bentuknya mirip ulat, siklus hidup lalat BSF kurang lebih selama 40-43 hari larva/maggot BSF bertahan selama 14/18 hari sebelum bermetamorfosis menjadi pupa dan lalat dewasa. Adapun siklus budidaya maggot BSF membuat kandang lalat, biasanya berupa rangka terbuat dari bamboo kayu atau bahan lainnya yang kemudian diselimuti jaring dengan membuat kotak penetasan telur selain kandang untuk produksi telur, diperlukan juga kotak sebagai media untuk penetasan telur yang kemudian akan berkembang menjadi larva maggot BSF. Berguna pemberian pakan ikan dan ayam, dari sampah organik pemberian pakan ini bisa dilakukan secara langsung maupun dicacah atau dihaluskan terlebih dahulu menggunakan mesin pencacah maupun manual.
Kedua Berkat Rumah (Beri Galon Eco Enzym untuk Tanaman Rumah ), eco enzyme adalah cairan alami yang dihasilkan dari fermentasi sampah organik, seperti gula, sisa buah, sayuran, dan air, eco enzyme memiliki banyak manfaat di antaranya adalah pembersih organik, pestisida, pupuk alami, penjernih udara, hand sanitizer alami, karbol, sabun cair alami, penjernih sungai atau kolam, cairan pembersih rumah tangga serta dapat mengurangi efek rumah kaca dan pemanasan global. Proses pelaksanaannya mengumpulkan sisa sayur-sayuran dan kulit buah-buahan yang masih segar (tidak busuk) agar menghasilkan eco enzim yang bagus dan langsung bisa dimanfaatkan ataupun dijual.
Ketiga Sedulang (Seni Daur Ulang) merupakan kegiatan memanfaatan kembali sampah plastik dan bahan bekas menjadi barang yang memiliki nilai guna serta bernilai ekonomi, bahan dasarnya dari plastik detergen. “Keempat Pelancong (Pemanfaatan Lahan Kosong), pemanfaatan lahan kosong ini merupakan swadaya dari salah seorang warga Desa Pagar Merbau III untuk digunakan sebagai lahan yang akan ditanami lumbung hidup seperti sayur mayur dan lain-lain, lahan warga yang kosong dikelola oleh pemerintah Desa dan PKK menjadi rumah bibit yang ditanami sayur sayuran seperti, tanaman obat, peternakan (lele, ayam, bebek) sehingga warga yang membutuhkan bisa datang ke lahan pelancong tersebut untuk memetik hasil dan juga diberi izin untuk ditanam diperkarangan rumah masing-masing. Hasil dari pengelolaan rumah bibit tersebut dijual kemudian hasilnya dimasukan ke kas PKK dan sebagian diolah menjadi PMT Posyandu Balita/Lansia, bertujuan pemanfaatan lahan ini yaitu menjadi salah satu upaya TP PKK Desa Pagar Merbau III dalam memberikan tambahan gizi untuk pencegahan stunting.
Kelima Jelita (Jemput Langsung Limbah Cair Rumah Tangga) yang merupakan inovasi digagas sebagai upaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan dan kesehatan keluarga melalui pengelolaan limbah cair rumah tangga dari masyarakat diberikan edukasi mengenai pentingnya memilah dan menampung limbah cair rumah tangga, menjaga kebersihan saluran pembuangan, serta berpartisipasi aktif dalam kegiatan penjemputan limbah seperti Minyak Jelantah (sisa minyak goreng ) merupakan limbah minyak dari kegiatan memasak rumah tangga yang dikumpulkan untuk dimanfaatkan atau dikelola lebih lanjut menjadi bahan gas untuk memasak.
Keenam Senam Tangan (Semangat Menanam demi Ketahanan Pangan) yang tercipta lingkungan yang lebih hijau, asri, dan produktif. “Ketujuh Tuk Tuk (Tukar sampah,Tukar Sayur), yang mana masyarakat diajak untuk memilah sampah dari rumah, khususnya sampah anorganik seperti botol plastik, kardus, kertas, dan kemasan bekas yang masih memiliki nilai jual, yang telah dikumpulkan kemudian dibawa ke lokasi kegiatan untuk ditimbang dan ditukarkan dengan sayur-mayur segar sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati.
Kedelapan Asri Sistem Pengaduan Digital LBS (Location Based Service) Berbasis Aspirasi), program ini menggunakan barcode yang dapat diakses dengan cara memindai (scan) barcode untuk menyampaikan pengaduan adanya sistem ini masyarakat dapat menyampaikan informasi atau laporan secara lebih mudah dan cepat sehingga permasalahan yang terjadi di lingkungan dapat ditindaklanjuti secara tepat. “Kesembilan Sobat LBS (Stiker Penanda Taat LBS) yang
berupa stiker untuk penanda yang ditempel pada rumah tangga yang telah memenuhi atau menerapkan indikator LBS, sehingga menjadi identitas sekaligus tanda bahwa rumah tersebut berkomitmen menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.
Sepuluh PKK Asri Adiwiyata (Pkk Asri, Sehat, Resik dan Indah mendukung penuh sekolah menuju Adiwiyata), merupakan inovasi yang dikembangkan sebagai bentuk dukungan dan peran aktif TP PKK dalam mendorong terwujudnya lingkungan sekolah yang Asri, Sehat, Resik, dan Indah sekaligus mendukung sekolah menuju Sekolah Adiwiyata, salah satu kegiatannya, pemberian keranjang sampah khusus botol plastik bekas yang mana keranjang tersebut disediakan sebagai sarana untuk mengumpulkan dan memilah botol plastik bekas agar tidak dibuang sembarangan, “ucap nyonya Mariani Budi Cayadi.
(Taufik/RB)














